
Foto: Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (TVRINews/Octavian)
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Iran mendorong negara-negara anggota organisasi Developing Eight (D-8) untuk menyampaikan kecaman tegas atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayahnya.
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan kecaman yang keras dan serius merupakan langkah awal yang penting.
"Kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara kami. Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama," kata Boroujerdi di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
"Setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil ke langkah berikutnya," lanjutnya.
Boroujerdi juga berharap Indonesia, yang akan memegang keketuaan D-8 tahun ini, dapat mengambil peran strategis dalam menyikapi situasi tersebut.
"Tahun ini Republik Indonesia menyelenggarakan KTT D-8 dan kami ingin D-8 berdiri pada sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan yang serius terhadap penyerangan yang terjadi kepada negara kami," ujarnya.
Sebagai informasi, Indonesia akan memegang keketuaan D-8 periode 2026–2027, setelah penunjukan pada KTT sebelumnya di Kairo, Mesir, Desember 2024.
Adapun negara anggota D-8 yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Melalui keketuaan ini, Indonesia menempatkan kerja sama ekonomi konkret sebagai prioritas, sekaligus memperluas diplomasi solidaritas global, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, KTT D-8 Jakarta 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kesetaraan, solidaritas, dan kemakmuran bersama antarnegara berkembang, sekaligus menegaskan kembali peran diplomasi Indonesia sebagai jembatan dialog dan perdamaian dunia.
Editor: Redaksi TVRINews
