
Para Driver Ojol sedang mengambil dan menurunkan penumpang di Stasiun Palmerah. (Foto: TVRINews/Ridho Dwi Putranto)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) berharap pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 dapat diberikan secara lebih jelas dan layak. Mereka menilai besaran THR sebaiknya disesuaikan dengan tingkat aktivitas kerja serta pendapatan yang diperoleh selama menjadi mitra pengemudi.
Salah satu driver ojol, Widodo mengaku para pengemudi berharap adanya kepastian mengenai skema dan besaran THR setiap tahun menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, selama ini banyak pengemudi menunggu kepastian informasi terkait bantuan atau bonus yang diberikan oleh perusahaan aplikasi kepada para mitra.
“Kalau bisa ya ada kejelasan dari kantor untuk THR driver. Jadi kami juga bisa sedikit terbantu untuk Lebaran,” kata Widodo saat ditemui di Stasiun Palmerah, Jumat, 6 Maret 2026.
Widodo menilai pemberian THR bagi mitra pengemudi sebaiknya mempertimbangkan tingkat keaktifan atau jumlah perjalanan yang dilakukan driver dalam periode tertentu.
Ia menyebutkan, besaran THR yang selama ini beredar di kalangan pengemudi biasanya berada pada kisaran ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah, tergantung kebijakan perusahaan dan performa driver.
“Kalau tahun ini yang saya denger ya kisaran Rp300 ribu sampai Rp1 juta atau lebih untuk driver yang aktif, ya cukup membantu,” ujarnya.
Bagi para pengemudi ojol, THR atau bonus Lebaran dinilai sangat membantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang hari raya, seperti membeli kebutuhan pokok pada hari raya lebaran 2026.
Widodo berharap perusahaan aplikasi transportasi daring dapat terus memperhatikan kesejahteraan para mitra pengemudi yang setiap hari bekerja melayani masyarakat.
“Harapannya tentu ada perhatian untuk seperti kami para driver, karena THR sangat membantu kami menjelang Lebaran,” katanya.
Editor: Redaksi TVRINews
