
Sumber: Kementerian ESDM
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Lebih lanjut, ia menuturkan jika skema yang digunakan mencakup kerja sama antar pemerintah (G-to-G) maupun antar pelaku usaha (B-to-B). Selain itu, aspek storage menjadi bagian dari kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya bersama mitra terkait.
Selain kerja sama pengadaan crude oil dan LPG, ia mengatakan jika pemerintah juga tengah menjajaki pembangunan kilang minyak di dalam negeri. Namun, untuk realisasi proyek tersebut, saat ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah investor sebenarnya sudah menunjukkan kesiapan untuk masuk.
Meski demikian, pemerintah masih memerlukan satu hingga dua kali pertemuan tambahan guna memfinalisasi detail kerja sama, khususnya terkait proyek kilang dan storage.
“Memang sudah ada beberapa investasi yang siap masuk, tapi untuk kilang dan storage masih perlu satu dua putaran lagi pembahasan sebelum kita umumkan secara resmi,” ujar Bahlil.
Terkait nilai investasi, Bahlil menjelaskan bahwa untuk transaksi pembelian seperti crude oil dan LPG bersifat komersial biasa, yang bergantung pada volume serta harga pasar internasional (ICP).
Sementara itu, untuk investasi pembangunan kilang dan fasilitas storage, angka pastinya masih dalam tahap perumusan dan hampir rampung.
Pemerintah memastikan akan menyampaikan secara terbuka setelah seluruh proses finalisasi selesai dilakukan.
Editor: Redaktur TVRINews
