
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengusulkan pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik sebagai tempat istirahat tambahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kebijakan ini dinilai dapat membantu kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan aspek keselamatan perjalanan.
Menurut Menhub, pemanfaatan masjid sebagai rest area memungkinkan pemudik beristirahat dengan lebih nyaman di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan tenang dan aman. Pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas pendukung di lokasi-lokasi tersebut,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan bahwa rencana tersebut dibahas bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sebuah audiensi di Kantor Pusat Kementerian Agama. Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026.
Dalam pertemuan itu, Menhub meminta dukungan agar rumah ibadah, khususnya masjid yang berada di koridor perjalanan mudik, dapat digunakan sebagai titik peristirahatan. Fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, ruang istirahat, hingga penerangan menjadi aspek yang diharapkan tersedia bagi pemudik, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.
Selain memanfaatkan masjid, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah titik istirahat alternatif, termasuk terminal dan jembatan timbang yang berada di sepanjang jalur mudik.
Menhub menilai sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama penting, mengingat momentum Idul Fitri tidak hanya berkaitan dengan lonjakan perjalanan masyarakat, namun juga sarat dengan nilai keagamaan dan sosial.
“Sinergi ini sangat baik, karena Idul Fitri bukan hanya soal mobilitas besar, tetapi juga memiliki makna spiritual yang kuat bagi masyarakat,” kata Dudy.
Berdasarkan survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan. Angka ini sedikit menurun dari proyeksi tahun lalu yang mencapai 146 juta orang.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan lonjakan, mengingat realisasi pergerakan tahun lalu bahkan mencapai sekitar 154 juta orang.
Mayoritas responden atau sekitar 66 persen menyatakan aktivitas perjalanan mereka ditujukan untuk mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman.
Editor: Redaktur TVRINews
