
dok. Kementan
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan nasional. Ia meminta seluruh jajaran, termasuk TNI, mempercepat penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam satu bulan ke depan.
“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101 ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI, bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,”kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Percepatan difokuskan di sejumlah provinsi prioritas, antara lain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.
Menurut Amran, pelibatan TNI merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global, termasuk ancaman iklim ekstrem seperti El Nino. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan berkaitan langsung dengan stabilitas negara.
“Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Karena itu TNI, pemerintah daerah, dan seluruh jajaran harus turun tangan. Ini perintah strategis untuk menjaga kedaulatan pangan,”jelasnya.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Stabil Akhir Februari
Ia mengingatkan pengalaman krisis pangan global saat El Nino 2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dinilai tidak boleh bergantung pada impor. Karena itu, perluasan areal tanam melalui pencetakan sawah baru menjadi kunci peningkatan produksi.
Amran juga mengapresiasi capaian percepatan swasembada yang menurutnya berhasil dipangkas dari target empat tahun menjadi satu tahun berkat kerja sama pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, petani, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Ini kerja kolaboratif. Saya minta semangat yang sama untuk menyelesaikan target cetak sawah ini,”ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga produksi dalam negeri turut berkontribusi pada stabilitas harga pangan global. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah dan memastikan target penyelesaian kontrak hingga Maret 2026 tercapai.
“Satu bulan ini harus kita tuntaskan. Gerakkan semua kekuatan di lapangan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Amran menyampaikan apresiasi Presiden kepada jajaran TNI hingga tingkat bawah yang terlibat dalam percepatan swasembada pangan. Ia optimistis, dengan sinergi kuat, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada, tetapi juga memperkuat peran dalam menjaga ketahanan pangan dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
