Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menegaskan komitmennya dalam menghadirkan hunian layak bagi pekerja industri melalui pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan industri.
Hal tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau langsung lokasi lahan milik PT MOS di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Selasa, 14 April 2026.
Menurut Maruarar, penyediaan hunian bagi pekerja di kawasan industri menjadi kebutuhan mendesak, seiring tingginya mobilitas tenaga kerja. Ia menilai, keberadaan hunian yang dekat dengan tempat kerja tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.
"Kita ingin pekerja bisa tinggal dekat dengan tempat kerja. Ini bukan hanya soal hunian, tapi juga efisiensi waktu, biaya transportasi, dan peningkatan kualitas hidup," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 15 April 2026.
Ia menjelaskan, konsep rusun subsidi menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan lahan di kawasan industri yang terus berkembang. Hunian vertikal dinilai mampu menjawab tingginya kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja dengan lebih efektif.
Tidak hanya itu, Maruarar mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi berupa Keputusan Menteri (Kepmen) untuk mempercepat realisasi pembangunan rusun subsidi di lapangan.
"Kita siapkan aturan agar pelaksanaan di lapangan bisa lebih cepat dan terarah," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, dan pihak swasta. Ia menyebut, sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan hunian yang terjangkau sekaligus berkualitas.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan rusun tidak boleh hanya berfokus pada jumlah unit, melainkan juga kualitas hunian serta kelengkapan ekosistem pendukung.
"Hunian ini harus dilengkapi dengan fasilitas seperti sekolah, pasar, layanan kesehatan, dan fasilitas umum lainnya. Jadi masyarakat tidak hanya punya tempat tinggal, tapi juga kualitas hidup yang lebih baik," jelasnya.
Kemudian Maruarar juga menilai, pembangunan hunian di dekat kawasan industri turut berkontribusi pada efisiensi energi. Dengan jarak tempuh yang lebih pendek, pekerja dapat mengurangi penggunaan bahan bakar dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi perumahan yang terintegrasi, terjangkau, dan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pekerja serta pertumbuhan ekonomi kawasan.
Editor: Redaktur TVRINews
