
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ,Bahlil Lahadalia. (Tangkapan Layar Youtube TVR Parlemen)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, target produksi minyak nasional tahun 2025 sebesar 605 ribu barel per hari (bph) telah tercapai hingga bulan Oktober.
Realisasi ini bahkan sedikit melebihi target, mencapai 605,8 ribu bph. Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Selasa, 11 November 2025.
"Alhamdulillah, produksi minyak kita sudah mencapai target yang ditetapkan dalam APBN 2025," ujar Bahlil, dikutip dari tayangan live YouTube TVR Parlemen, Selasa, 11 November 2025.
Kemudian, Bahlil menegaskan capaian ini diraih meskipun harga minyak dan komoditas lainnya mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan harga tidak mengurangi target pendapatan negara, dan kementerian tetap fokus untuk mencapai Key Performance Indicator (KPI) APBN.
Untuk menjaga dan meningkatkan produksi, pemerintah menyiapkan strategi khusus. Salah satunya adalah pemberian insentif kepada perusahaan untuk mempertahankan produksi sumur tua serta mengoptimalkan lebih dari 300 sumur yang saat ini tidak aktif (POD).
"Pendekatan ini penting agar lifting minyak tetap maksimal dan ketahanan energi nasional terjaga, sehingga ketergantungan impor BBM bisa ditekan," ucap Bahlil.
Selain itu, Bahlil juga menyebutkan bahwa pencapaian produksi minyak ini merupakan hasil kerja keras kolaborasi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia pun meminta dukungan Komisi XII DPR RI untuk memastikan target lifting dan produksi minyak terus tercapai hingga akhir tahun.
Dengan realisasi ini, Menteri ESDM optimistis bahwa target produksi minyak nasional 2025 akan tercapai sepenuhnya sesuai APBN, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian energi nasional.
Editor: Redaksi TVRINews
