TVRINews, Sumatra Utara
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu, 23 Mei 2026. Kehadiran Menteri PU di lokasi menegaskan komitmen percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.
Menteri Dody mengatakan pembangunan sabo dam merupakan langkah strategis untuk menahan material dari kawasan hulu mulai dari sedimen, batu, tanah, hingga kayu agar tidak terbawa aliran ke permukiman warga ketika curah hujan tinggi.
“Kita kerjakan semuanya. Supaya pada saat hujan deras, tanah-tanah dari atas tidak turun. Kita tahan dulu di atas,” tegas Menteri Dody dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia juga mengungkapkan optimisme bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2026, meskipun menghadapi hambatan berupa penyelesaian lahan serta kondisi cuaca ekstrem.

(Menteri PU, Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka (Foto: dok. Kementerian PU))
“Semua stakeholder terlibat, dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Memang kita berpacu dengan alam, tetapi kita harus optimistis bisa memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera yang dilaksanakan BBWS Sumatera II Medan di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Proyek meliputi tiga komponen utama, Pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, Pembangunan sabo dam Sungai Tukka, Pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka (Sungai Sigala-Gala).
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana, serta PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras sebagai konsultan supervisi.
Hingga minggu ke-11, progres fisik pembangunan sabo dam telah mencapai 7,1%, melampaui rencana 3,8%. Sementara pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka mencapai 7,9% dari target 4,6%, dan pembangunan prasarana pengendalian banjir mencapai 7,8% dari rencana 4,6%.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan struktur sabo dam, retaining wall, tanggul pengendali banjir, jalur inspeksi, pengendalian sedimen, hingga normalisasi sungai. Pada komponen pengendalian banjir, progres galian tanah telah mencapai 300 meter, didukung berbagai alat berat seperti excavator long arm, vibro roller, dump truck, dan mixer self loader.
Menteri Dody berharap pembangunan ini dapat meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko banjir dan longsor, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan DAS Tukka.
“Kita semua berdoa supaya pekerjaan ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tutup Menteri Dody.










