
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Jakarta
Lembaga penyiaran publik ini mengoptimalkan hak siar FWC 2026 untuk menggerakkan sektor UMK dan industri kreatif sesuai arahan Presiden.
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) menegaskan komitmennya untuk mentransformasi penyiaran FIFA World Cup (FWC) 2026 menjadi katalisator kebangkitan ekonomi nasional.
Langkah ini merupakan respons strategis terhadap arahan Presiden Republik Indonesia yang menargetkan dampak ekonomi luas melampaui aspek hiburan semata.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus melalui Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menciptakan multiplier effect atau efek pengganda ekonomi dari pesta sepak bola dunia tersebut.
"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Beliau meminta agar siaran Piala Dunia 2026 di TVRI mampu memberikan daya ungkit ekonomi, mulai dari pusat hingga ke pelosok daerah," ujar Ezki dalam keterangan resminya pada Jumat 20 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berharap euforia olahraga ini berbanding lurus dengan perputaran uang di masyarakat, sehingga tidak hanya berhenti sebagai komoditas tontonan.
Jangkauan Luas dan Inklusi Ekonomi
Sebagai televisi publik dengan jangkauan sinyal terluas, TVRI memposisikan diri sebagai distributor manfaat ekonomi bagi berbagai lapisan industri.
Sektor kreatif, periklanan, pariwisata, hingga perhotelan diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan melalui produksi konten dan aktivasi nonton bareng (nobar) resmi.

Namun, fokus utama dari strategi penyiaran ini terletak pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK). Ezki menyebut momentum empat tahunan ini sebagai "panen raya" bagi pedagang kecil jika dikelola dengan manajemen yang inklusif.
"Bagi pelaku UMK, manfaatnya sangat nyata. Kita bicara tentang pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi nonton bareng selama turnamen berlangsung," jelasnya.
Pusat Ekonomi Baru di Tingkat Desa
Melalui regulasi nonton bareng yang terukur, TVRI berupaya menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa distribusi keuntungan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

TVRI menegaskan peranannya sebagai jembatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mengakses hak siar secara merata, yang pada akhirnya diharapkan dapat menyentuh unit ekonomi terkecil di wilayah terpencil.
"Kami ingin memastikan pedagang kopi di pelosok Kalimantan atau penjual gorengan di pegunungan Papua juga merasakan manisnya ekonomi Piala Dunia," tutup Ezki.
Editor: Redaktur TVRINews
