
Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Lebih dari sembilan dari sepuluh responden menyatakan keyakinan mereka terhadap kepemimpinan Presiden di awal masa pemerintahan.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menyebut kepercayaan publik terhadap Presiden umumnya lebih kuat dibandingkan penilaian atas kinerja pemerintahan.
Menurutnya, kepercayaan terhadap institusi kepresidenan memiliki karakter yang lebih luas dan tidak selalu identik dengan evaluasi kebijakan.
“Kepercayaan terhadap Presiden sebagai jabatan cenderung lebih tinggi dibandingkan penilaian terhadap kinerjanya,” kata Burhan, Minggu, 8 Februari 2026
Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 79,9 persen. Capaian ini dinilai menunjukkan respons positif publik pada fase awal pemerintahan.
Burhan menambahkan, angka kepuasan tersebut berada di atas capaian awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya, termasuk pada periode awal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.
Selain faktor kepemimpinan, penilaian publik juga dipengaruhi oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi nasional.
Namun, Burhan menegaskan bahwa latar belakang sosial dan ekonomi responden berperan besar dalam membentuk penilaian tersebut.
Survei ini juga menemukan adanya perubahan faktor utama yang mendorong kepuasan publik. Jika sebelumnya ketegasan menjadi faktor dominan, kini upaya pemberantasan korupsi menempati posisi teratas sebagai alasan kepuasan responden.
Di samping itu, kebijakan bantuan sosial turut memberi kontribusi terhadap tingkat kepuasan masyarakat, terutama setelah adanya tekanan sosial dan ekonomi pada pertengahan 2025.
Tidak hanya Presiden, tingkat kepercayaan publik terhadap Tentara Nasional Indonesia juga tercatat sangat tinggi.
“Sebanyak 93 persen responden menyatakan percaya dan sangat percaya terhadap TNI, menjadikannya institusi dengan tingkat kepercayaan tertinggi di antara lembaga negara,” ungkapnya
Meski demikian, survei mencatat adanya penurunan tipis dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya. Indikator menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian guna menjaga konsistensi kepercayaan publik.
Burhan menegaskan bahwa kepercayaan dan kepuasan merupakan dua indikator berbeda yang dapat berubah seiring dinamika kebijakan dan kinerja pemerintahan.
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah.
Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Editor: Redaktur TVRINews
