
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sampai saat ini masih berkomitmen untuk mendorong pengembangan pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi. Di mana, salah satu upayanya adalah pendirian SMA Unggul Garuda Baru, yang kini menyiapkan guru, tenaga kependidikan, dan siswa berbakat untuk tahun ajaran 2026/2027.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa sekolah ini ditujukan untuk menjangkau anak-anak berpotensi tinggi yang selama ini terbatas aksesnya, baik karena letak geografis maupun kendala finansial.
“Sekitar satu persen siswa berbakat sering terlewatkan. SMA Unggul Garuda hadir untuk memberi mereka kesempatan berkembang secara maksimal,” ujar Najib.
Selain pemerataan pendidikan, SMA Unggul Garuda juga menjadi sarana pengembangan talenta di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Sekolah ini ditempatkan di luar Pulau Jawa, di wilayah yang memiliki potensi namun membutuhkan percepatan pembangunan pendidikan.
“Banyak daerah memiliki potensi yang tidak kalah dengan Jawa, dan sekolah ini menjadi jembatan bagi pengembangan mereka,” tambah Najib.
Dikesempatan yang sama, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menyebutkan SMA Unggul Garuda menggunakan empat jenis kurikulum yakni penguatan STEM, kurikulum nasional, pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama, dan kurikulum internasional.
Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa pada tahun
ajaran 2026/2027, seluruh siswa akan mendapatkan beasiswa penuh, termasuk biaya pendidikan dan biaya hidup di asrama.
“Lulusan sekolah ini pun memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri melalui Beasiswa Garuda,” ujarnya
Seleksi kini bisa dilakukan melalui nilai rapor semester 1–5 atau Letter of Acceptance dari universitas tujuan.
“Program ini membuka peluang bagi siswa berbakat, baik dari sekolah umum maupun Garuda, untuk bersaing dan melanjutkan pendidikan internasional,” jelas Ardi Findyartini.
Dalam mendukung operasional sekolah, Ditjen Saintek membuka rekrutmen untuk 96 guru PPPK, 96 tenaga kependidikan, empat kepala sekolah, dan 16 wakil kepala sekolah. Pendaftaran dibuka secara bertahap:
- - GTK (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru) mulai 2 Februari 2026
- - PPDB SMA Unggul Garuda Baru mulai 5 Februari 2026
- - Tenaga kependidikan pelaksana dan fungsional mulai 20 Februari 2026
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMA Unggul Garuda Baru akan menerima 640 siswa yang tersebar di empat lokasi yang siap beroperasi pada Juni 2026, yaitu Belitung Timur, Soe, Konawe Selatan, dan Bulungan. Semua siswa yang lolos seleksi nasional akan menerima beasiswa penuh.
Pembangunan sekolah juga sedang berlangsung di Rejang Lebong, Manokwari, dan Mempawah, dengan rencana pengembangan lebih banyak sekolah di wilayah strategis lain di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
