
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar (Foto: TVRINews/HO-Kemenko PM)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Tangerang
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, secara resmi melepas keberangkatan 200 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor manufaktur di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat, 3 April 2026.
Para pekerja ini diberangkatkan melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sebagai bagian dari program unggulan SMK Go Global untuk menembus pasar kerja internasional.

Calon Pekerja Migran Indonesia Sektor Manufaktur Mendapatkan Arahan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Foto: TVRINews/HO-Kemenko PM)
Menko Muhaimin menjelaskan bahwa 200 PMI yang diberangkatkan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 50 orang difasilitasi melalui program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang melalui CSR PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan 120 orang lainnya melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
“Pelepasan hari ini adalah bukti nyata bahwa SMK Go Global menjadi kunci dalam membuka akses dan memperluas ekspansi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Kita ingin SDM kita mampu bersaing dan mengambil peluang di pasar kerja internasional,” ujar Menko Muhaimin dalam sambutannya, Jumat, 3 April 2026.
Target dan Harapan bagi PMI
Menko Muhaimin menekankan para pekerja migran bukan sekadar buruh, melainkan representasi kualitas tenaga kerja nasional dan agen transformasi ekonomi.
Ia berharap, saat kembali ke tanah air, para PMI membawa pulang budaya kerja profesional dan jejaring global untuk membangun industri domestik.
Kepada para calon PMI, Menko berpesan agar menjaga integritas, mematuhi hukum negara tujuan, serta bijak dalam mengelola keuangan.
"Negara akan terus hadir untuk melindungi dan memfasilitasi PMI agar dapat bekerja secara profesional dan aman," tegasnya.
*Instruksi Perlindungan dan Dukungan Keluarga*
Terkait aspek perlindungan, Menko Muhaimin menginstruksikan instansi terkait seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BPJS Ketenagakerjaan, dan perwakilan RI di luar negeri untuk memberikan proteksi maksimal dan keberlanjutan peningkatan keterampilan.
Ia juga mengajak keluarga PMI untuk memberikan dukungan moral dan meningkatkan literasi keuangan agar hasil kerja para PMI dapat menjadi fondasi kesejahteraan jangka panjang bagi keluarga di Indonesia.
Latar Belakang Program SMK Go Global
Program SMK Go Global merupakan atensi khusus Presiden Prabowo Subianto yang diinstruksikan langsung kepada Menko Muhaimin pasca Rapat Kabinet pada 5 November 2025.
Saat ini, program berada dalam fase piloting yang didukung oleh pembiayaan CSR BUMN. Fase ini bertujuan untuk menguji dan menyempurnakan model program sebagai fondasi menuju implementasi skema reguler di masa depan.
Melalui langkah konkret ini, Indonesia menegaskan kesiapannya mencetak talenta global yang siap menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews
