
Foto: Ilustrasi banjir
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Jakarta merupakan kota pesisir yang kerap menjadi langganan banjir, terutama saat musim hujan dan pasang laut.
Akibatnya, setiap tahunnya Jakarta harus menghadapi acaman yang menghantui wilayah utara Ibu Kota adalah banjir rob.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menuturkan jika pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan banjir rob di secara lebih rinci dan terencana.
Ia membeberkan, jika pada Lebaran 2025 potensi banjir rob diperkirakan akan terjadi. Namun, hal tersebut berhasil dicegah berkat langkah antisipatif yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.
"Jadi kemarin, ketika kita berlebaran Idulfitri yang diperkirakan akan terjadi banjir rob, kita sudah mempersiapkannya sejak awal. Pompa-pompa air sudah dipasang, tanggulnya juga kita naikkan," ujar Pramono
Lebih lanjut, ia menuturkan walaupun banjir rob tetap terjadi, namun dampaknya dapat diminimalkan secara signifikan berkat kerja sama lintas instansi dan informasi yang akurat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Alhamdulillah, selama waktu terakhir ini Jakarta tidak mengalami banjir rob yang signifikan. Bukan berarti tidak ada rob, tapi rob itu ditangani secara lebih awal. Kami berterima kasih kepada BMKG yang selalu memberikan informasi secara tepat waktu," tuturnya.
Langkah mitigasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, terutama di wilayah pesisir utara Jakarta.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Akan Gratiskan Transportasi Umum untuk Perempuan di Hari Kartini
Editor: Redaktur TVRINews
