
Menlu Sugiono: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Inklusif Perdamaian Myanmar
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Cebu
Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog yang inklusif dengan seluruh pihak terkait di Myanmar. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam pertemuan Extended Informal Consultation on The Implementation of The Five-Point Consensus, Rabu, 28 Januari 2026.
"Indonesia juga terbuka untuk menawarkan dukungan praktis, termasuk berbagi pengalaman berharga kami dalam pembangunan bangsa, proses rekonsiliasi, dan penyelenggaraan otonomi daerah,” kata Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Kamis, 29 Januari 2026.
Lebih lanjut, Sugiono menegaskan bahwa situasi di Myanmar merupakan salah satu tantangan bagi ketangguhan dan kredibilitas ASEAN. Oleh karena itu, ASEAN diharapkan terus terlibat secara konstruktif dan konsisten untuk mendukung proses perdamaian di negara tersebut.
Indonesia juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Menteri Luar Negeri Filipina selaku Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar yang telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak di Myanmar. Langkah tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata dan relevan.
“Hal ini (kunjungan utsus ke Myanmar) menunjukkan komitmen ASEAN untuk memastikan bahwa rekonsiliasi di Myanmar tetap menjadi prioritas utama,” ucap Sugiono.
Ke depan, lanjut Sugiono, diperlukan upaya-upaya terukur dan kreatif untuk membangun stabilitas yang langgeng dan inklusif, serta fondasi yang kokoh bagi proses pembangunan bangsa (nation-building) Myanmar.
Editor: Redaksi TVRINews
