
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Yemisa Zebua, siswi asal Nias yang sebelumnya viral di media sosial, berkesempatan melakukan dialog daring langsung dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam percakapan hangat tersebut, Yemisa menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jembatan di wilayahnya sekaligus mengutarakan berbagai aspirasi, mulai dari pendidikan hingga layanan sosial.
Yemisa mengawali dialog dengan melaporkan kondisi terkini setelah jembatan di daerahnya rampung dibangun. Ia mengungkapkan bahwa akses menuju sekolah kini jauh lebih mudah dan aman bagi para siswa.
“Terima kasih atas bantuan Bapak Presiden, sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau berangkat ke sekolah,” ujar Yemisa dalam dialog bersama Presiden.
Sebelum jembatan tersebut berdiri, para siswa di sana harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dan terpaksa melepas sepatu agar tidak basah saat tiba di kelas. Melihat keberanian siswi kelas 12 tersebut, Presiden Prabowo pun menanyakan cita-cita masa depannya. Yemisa mengaku ingin menjadi dokter, namun terbentur keterbatasan ekonomi.
“Orang tua saya tidak mampu,” kata Yemisa jujur di hadapan Presiden.
Mendengar hal itu, Presiden Prabowo merespons positif dan menjanjikan kesempatan bagi Yemisa untuk mengikuti seleksi pendidikan kedokteran. Presiden bahkan menginstruksikan jajaran TNI setempat untuk mendata Yemisa dan rekan-rekannya yang memiliki potensi serupa.
“Kedokteran? Ya sudah nanti kamu di tes,” ujar Presiden. “Danrem coba dicatat namanya, karena dia punya keberanian dan leadership langsung lapor ke saya,” tambah Prabowo.
Selain urusan pribadi, Yemisa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya sangat dinantikan namun belum menjangkau sekolahnya. Ia membantah anggapan pihak-pihak yang menyebut program tersebut tidak diperlukan oleh rakyat kecil.
“Belum sampai di sekolah kami Pak. Orang tua kami tidak mampu membiayai makan kami,” tuturnya. Saat Presiden menyinggung adanya penolakan terhadap program tersebut, Yemisa dengan tegas menjawab, “Siapa bilang? Bohong itu Pak.”
Di akhir dialog, Yemisa juga menitipkan harapan agar pemerintah dapat memperbaiki akses jalan menuju sekolah serta melengkapi fasilitas di SMK Boronadu. Presiden Prabowo pun menutup pembicaraan dengan memberikan suntikan semangat kepada Yemisa untuk terus berjuang.
“Belajar yang benar ya,” pesan Presiden menutup dialog tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
