
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (Foto: Kemendukbangga/BKKBN)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Orang tua diminta ciptakan rumah aman dan komunikasi terbuka bagi anak.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari praktik child grooming, yakni manipulasi yang dilakukan pelaku untuk mendekati dan mengeksploitasi anak secara seksual.
Wakil Menteri Kemendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan ancaman ini semakin nyata di tengah meluasnya interaksi digital dan melemahnya fungsi perlindungan dalam keluarga.
“Child grooming merupakan bentuk manipulasi yang menyasar kerentanan anak dan remaja. Ini proses yang dilakukan pelaku untuk mengeksploitasi korban,” ujarnya, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Orang Tua Jadi Benteng Pertama
Isyana menekankan, orang tua harus menjadi ruang aman bagi anak untuk bercerita tanpa rasa takut dihakimi. Komunikasi yang hangat dinilai penting agar anak berani menyampaikan pengalaman mencurigakan yang dialaminya.
Menurutnya, anak juga perlu diajarkan konsep bodily autonomy atau otoritas atas tubuh sendiri, termasuk pemahaman batasan siapa yang boleh melihat atau menyentuh bagian tubuh tertentu.
“Anak harus memahami bahwa tubuhnya adalah privasi yang harus dijaga. Ini penting agar mereka sadar ketika ada upaya pelanggaran batas,” katanya.
Peran Ayah dan Ibu dalam Pengawasan
Ia menjelaskan, peran ayah dan ibu saling melengkapi dalam pengasuhan. Ibu dinilai berperan membangun kedekatan emosional, sementara ayah menjaga wibawa dalam memberikan arahan dan perlindungan.
Orang tua juga diingatkan untuk mengurangi sikap menghakimi agar anak merasa nyaman membuka diri.
Penguatan Lewat Program Remaja dan Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN, lanjut Isyana, memiliki program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang membekali remaja dengan edukasi kesehatan reproduksi, literasi digital, relasi sehat, dan perencanaan masa depan.
Selain itu, program Bina Keluarga Remaja (BKR) ditujukan untuk memperkuat kapasitas orang tua dalam pengasuhan, komunikasi efektif, serta deteksi dini risiko kekerasan seksual.
Isu child grooming kembali menjadi perhatian publik setelah aktris Aurelie Moremans merilis buku memoar berjudul "Broken Strings" yang mengisahkan pengalamannya sebagai korban praktik tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
