
Foto: IG @sekretariat.kabinet
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Momen Lebaran: Dari Senior Hingga Tokoh Bangsa
Di balik ritme kerja kabinet yang presisi, Idulfitri selalu menjadi ruang bagi kehangatan yang melampaui batas-batas formalitas birokrasi.
Hal inilah yang tercermin dalam rangkaian silaturahmi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang dibagikan melalui unggahan media sosial pribadinya Selasa 24 Maret 2026.
Bukan sekadar tradisi tahunan, momen Lebaran kali ini menjadi panggung bagi narasi penghormatan kepada para pendahulu dan tokoh senior bangsa.
Dalam serangkaian unggahan yang estetik, Seskab Teddy memperlihatkan sisi lain dari dinamika pemerintahan, sebuah jalinan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah kesibukan negara.
Kehangatan Lintas Generasi
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian publik adalah pertemuan penuh keakraban dengan pendahulunya, Pramono Anung.

Pertemuan dua sosok yang pernah dan sedang mengawal dapur kekuasaan ini berlangsung santai, seolah menegaskan bahwa estafet kepemimpinan dijalankan di atas landasan rasa hormat yang mendalam.
Tak hanya itu, Seskab Teddy juga membagikan momen saat bertandang ke kediaman tokoh intelijen senior, Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono.
Dalam suasana makan bersama yang akrab, dialog-dialog santai tampak mengalir, menyatukan pengalaman senioritas dengan energi muda yang kini mengemban amanah di Sekretariat Kabinet.
Makna di Balik Unggahan
Melalui visual yang dibagikan, publik diajak melihat "serba-serbi" Lebaran sang Seskab yang jauh dari kesan kaku.

Fokus pada nilai-nilai silaturahmi ini memberikan pesan kuat bahwa komunikasi politik tidak selamanya tentang kebijakan, namun juga tentang menjaga simpul-simpul kemanusiaan.
"Silaturahmi adalah jembatan yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan visi masa depan."
Gaya komunikasi Seskab Teddy di media sosial yang lugas namun elegan ini mendapat respons positif dari netizen.
Ia berhasil mengemas tradisi Idulfitri menjadi sebuah narasi soft news yang menyegarkan di tengah hiruk-pikuk informasi nasional, membuktikan bahwa di meja makan yang sama, visi pembangunan tetap bisa didiskusikan dengan balutan senyum dan kekeluargaan
Editor: Redaksi TVRINews
