
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah kementerian, lembaga, serta mitra industri untuk memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan kunci utama dalam pengembangan pendidikan vokasi.

“Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dengan mitra menjadi langkah penting untuk memastikan pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang siap berkarya dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,”ujar Wamendikdasmen Atip dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Karena itu, program peningkatan keterampilan seperti upskilling dan reskilling dinilai penting agar peserta didik memiliki kemampuan baru yang relevan dengan perkembangan industri.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa kerja sama tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan, PT Traspac, PT Martha Beauty Gallery, PT United Tractors, Universitas Hasanuddin, serta PT Gamecomm Indonesia Network.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk memperkuat SMK, SLB, PKBM, serta peningkatan kompetensi guru pendidikan vokasi,” kata Tatang.
Ia juga menyoroti salah satu tantangan pendidikan vokasi saat ini, yakni keterbatasan jumlah guru produktif. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mendorong peningkatan kompetensi melalui program upskilling dan reskilling yang dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis dan balai pengembangan mutu pendidikan vokasi.
Menurut Tatang, kolaborasi dengan industri juga memungkinkan sekolah memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang lebih maju, sehingga keterbatasan sarana di sekolah dapat diimbangi dengan dukungan dari dunia usaha.
Salah satu penerima manfaat kerja sama tersebut, Kepala SMKN 11 Semarang Imro’atul Azizah, menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai kolaborasi dengan industri, khususnya di sektor gim, membuka peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan kreatif yang dibutuhkan di masa depan.
“Ini kesempatan besar bagi SMK untuk mendapatkan pendampingan dari pemerintah dan industri dalam menyiapkan SDM yang unggul. Kami berharap dari kerja sama ini lahir talenta-talenta muda kreatif di bidang gim yang mampu bersaing secara global,”ungkap Azizah.
Melalui kemitraan strategis ini, pemerintah berharap ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia semakin adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja maupun menciptakan peluang usaha di berbagai sektor.
Editor: Redaksi TVRINews
