Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Tangerang
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa penataan kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu prioritas utama dalam visi misi Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat meninjau pengembangan kawasan di Tanjung Anom atau Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam kunjungannya, Menko AHY melihat langsung transformasi pemukiman nelayan yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak kini telah tertata lebih rapi dan sehat. Program ini bertujuan memastikan kualitas kehidupan masyarakat pesisir terus meningkat secara berkelanjutan.
Penataan di atas lahan seluas 1,3 hektare ini mencakup pembangunan 110 unit rumah. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian terkait, serta organisasi non-pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berperan dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, sanitasi, dan penerangan. Sementara itu, Habitat for Humanity memberikan dukungan senilai 5,5 miliar rupiah untuk pembangunan fisik rumah dengan spesifikasi luas bangunan 30 meter persegi di atas tanah 60 meter persegi.
"Kita lihat secara langsung jauh lebih baik dan mereka senang, nyaman. Ada yang sudah punya warung dan mudah-mudahan ke depan kita bisa semakin lengkapi," ungkap Menko AHY dikutip pada Jumat, 17 April 2026.
Selain perbaikan hunian, Menko AHY menekankan pentingnya aspek legalitas tanah. Ia memastikan jajaran Kementerian ATR/BPN akan segera menuntaskan penerbitan sertifikat tanah bagi warga agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas tempat tinggal mereka.
Menko AHY juga mengapresiasi langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terus mengawal transformasi ini. Ke depan, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung produktivitas dan keamanan lingkungan, di antaranya:
- Pembangunan breakwater dan tanggul penahan abrasi untuk melindungi kawasan dari ancaman alam.
- Penyediaan jeti atau dermaga untuk tambat perahu nelayan.
- Pembangunan SPBU nelayan serta bengkel untuk pemeliharaan kapal (maintenance).
"Bukan hanya merapikan dan menata kawasan perumahannya, tapi juga kita pastikan ini semakin produktif. Mudah-mudahan kolaborasi antara pemerintah dengan NGO, dengan semua kalangan masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat nelayan, kita bisa perkuat dari waktu ke waktu," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
