Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Makassar
Di tengah pembangunan ekonomi nasional, industri tenun tradisional mulai mendapat angin segar. Salah satu pelaku industri ini adalah Baji, pemilik pertenunan Losari Silk di Sulawesi Selatan.
Lewat usaha yang diwariskan secara turun-temurun, Baji kini menaruh harapan besar pada program Asta Cipta dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program Asta Cipta, yang terdiri dari delapan prioritas pembangunan nasional, menempatkan UMKM bersejarah sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi rakyat.
Dalam hal ini, industri tenun khususnya tenun sutra menjadi salah satu wujud nyata ekonomi berbasis kearifan lokal yang layak didukung penuh.
“Kita bukan sekadar menjual kain, tapi menjaga tradisi,” ungkap Baji kepada tvrinews.com di Wajo, Sulawesi Selatan
Melalui Losari Silk, ia memproduksi kain tenun sutra dari yang semi hingga full sutra, menyasar berbagai segmen pasar. Harga pun bervariasi, dari Rp40.000 hingga Rp300.000 per meter.
Namun, di balik kekuatan tradisi tersebut, industri ini menghadapi tantangan berat keterbatasan bahan baku dan minimnya modal petani ulat sutra.
“Bahan baku jadi masalah utama. Telur sutra dari perum-perum sekarang kualitasnya tidak cocok lagi,” ujar Baji.
Ia berharap pemerintah tak hanya hadir dengan regulasi, tapi juga dengan solusi termasuk kolaborasi dengan pihak asing seperti petani dari Tiongkok yang kini mulai berinvestasi di sektor ini.
Tak hanya itu, menurut Baji Asta Cipta merupakan angin segar bagi industri tenun. Menurutnya, ada tiga hal vital yang bisa masuk dalam program tersebut untuk sektor pertenunan: permodalan, promosi pasar, dan pengembangan bahan baku.
“Yang paling krusial itu modal awal buat petani murbai. Kalau ini jalan, semuanya bisa mengikuti baik pelatihan, pemasaran, sampai produksi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pameran luar negeri untuk mempromosikan tenun Indonesia sebagai produk budaya unggulan.
Kini, dengan dukungan pemerintah yang lebih terarah lewat Asta Cipta, Baji berharap pertenunan sutra bisa kembali menjadi kekuatan ekonomi lokal bukan hanya di Sulawesi Selatan, tapi juga secara nasional.
“Tenun bukan hanya soal kain, tapi tentang warisan, kerja keras, dan jati diri bangsa. Asta Cipta bisa jadi jembatan untuk mengangkat semua itu,” tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews
