
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Lampung
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya secara resmi membuka kegiatan MASAMO (Masak Bersama Master Chef) di SPPG Rajabasa 3, Lampung.
Program ini menjadi langkah konkret Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperkuat kompetensi juru masak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan yang digelar di Bandar Lampung tersebut merupakan sinergi antara Kementerian Ekraf, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola dan juru masak SPPG, serta dukungan industri perlengkapan dapur nasional Oxone.
Pelatihan juga melibatkan Juri MasterChef Indonesia, Chef Norman Ismail, sebagai pelatih program MASAMO. Sebanyak 50 juru masak SPPG mengikuti pelatihan intensif untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas layanan dapur MBG.
Materi yang diberikan meliputi keamanan pangan, kebersihan personal, pengelolaan bahan baku, penyimpanan makanan matang, penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), hingga teknik memasak sehat dan optimalisasi pengelolaan dapur komunitas.
Pelatihan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi makanan memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kandungan gizi sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dapur dipandang sebagai faktor kunci keberhasilan Program MBG di lapangan.
Dalam sambutannya, Riefky menyampaikan apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program MBG yang saat ini telah menjangkau sekitar 65 juta penerima manfaat secara nasional melalui lebih dari 21.897 unit SPPG.
Tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 83 juta penerima manfaat dengan lebih dari 36.600 unit SPPG di seluruh Indonesia.
“Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Penguatan kapasitas juru masak menjadi kunci agar kualitas, standar kebersihan, dan nilai gizi yang ditetapkan dapat terjaga secara konsisten di seluruh Indonesia,” ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto mengamanatkan Kementerian Ekraf untuk mendorong kebangkitan industri kreatif berbasis kekayaan intelektual di daerah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kuliner menjadi salah satu prioritas.
“Melalui MASAMO, kita memperkuat SDM dapur MBG sekaligus mendorong keterlibatan industri kreatif dalam peningkatan standar kuliner nasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ucap Riefky.
Lampung dinilai memiliki potensi besar pada sektor kuliner, pakaian, kriya, dan konten digital. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, media, pelaku usaha, dan lembaga keuangan disebut menjadi kunci untuk mengangkat merek lokal ke pasar nasional hingga global.
Kegiatan MASAMO di Lampung menjadi contoh sinergi multipihak dalam mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan jasa yang terlibat dalam rantai pasok MBG.
Menutup acara, Teuku Riefky Harsya secara resmi membuka kegiatan MASAMO sebagai bagian dari penguatan kompetensi juru masak dan dukungan terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Editor: Redaksi TVRINews
