Penulis: Rudi Yudistira
TVRI News, Kab. Agam
Masyarakat Rambai Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Agam mulai tertarik mengembang budidaya madu galo-galo, prospek usaha tersebut menjanjikan untuk prospek jangka panjang terutama pengembangan ekowisata dan usaha madu galo-galo.
Kelompok hutan lestari berkesempatan mengembangkan salah satu usaha madu dari serangga galo-galo. Saat ini terdapat 40 unit sarang produksi lebah madu galo-galo yang terletak di beberapa perkebunan. Setiap minggunya sudah mulai menghasilkan madu untuk di dijual ke pelanggan.
“Dalam minggu ini pihaknya akan segera melakukan panen madu galo-galo, sekali panen di satu wadah bisa menghasilkan setengah hingga satu liter madu galo-galo, sedangkan harga satu liter mencapai 500.000 rupiah.”ujar ketua kelompok Hutan Lestari, Hidayat Rabu 12 Juli 2023.
Baca juga: KSOP Parepare Bantu Perekonomian Warga Pesisir Melalui Program Padat Karya
Hal ini berkat dukungan sejumlah perantau, masyarakat berkesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan budidaya madu galo-galo serta mendapatkan pemahaman pentingnya pengembangan usaha pemanfaatan hutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Selain madu galo-galo kelompok Hutan Lestari dan kelompok tani Bancah Saiyo juga mendapat ilmu tentang budidaya moggot dan padi organik selain mengembangkan usaha baru yang cukup menjanjikan prospek jangka panjang, pengembangan itu juga sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menyelamatkan danau Maninjau” papar Hidayat.
Salah seorang perantau Arteria Dahlan mengatakan perantauan Maninjau di Jakarta sangat mendukung peran masyarakat ini terutama untuk penyelamatan danau Maninjau yang hasilnya juga memberi dampak positif pada kesejahteraan masyarakat nantinya.
Editor: Redaktur TVRINews
