Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bandung
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pendidikan kesetaraan Paket B di SMPN 17 Bandung berlangsung lancar pada hari pertama. Kegiatan ini kembali menegaskan komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga belajar, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).
Peserta berasal dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), seperti PKBM Guna Persada dan PKBM Yayasan Nura Amalia. Pelaksanaan dipusatkan di satu lokasi guna memastikan dukungan fasilitas, seperti komputer, jaringan internet, serta tenaga teknis tersedia secara optimal.
Kepala PKBM Guna Persada, Ali Umar Hamdani, mengatakan persiapan dilakukan secara menyeluruh agar pelaksanaan berjalan lancar.
“Persiapan dilakukan mulai dari verifikasi data peserta, pengaturan ruang ujian, hingga penunjukan proktor dan teknisi,”ujar Ali dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menambahkan bahwa aspek inklusivitas menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan TKA.
“Kami menyediakan fasilitas pendukung seperti perangkat dengan aksesibilitas, aplikasi pembantu, serta pendampingan dari pengawas yang telah memahami kebutuhan peserta ABK,”jelasnya.
Salah satu peserta, Heri Gunawan, mengaku merasakan tantangan sekaligus kepuasan setelah mengikuti ujian.
“Rasanya cukup deg-degan, tapi puas juga bisa menyelesaikannya,”ungkap Heri.
Heri menjelaskan bahwa ia memanfaatkan berbagai metode belajar, mulai dari buku braille hingga audio digital. Namun, ia mengakui ada kendala pada soal berbasis visual.
“Yang paling menantang itu soal yang berkaitan dengan gambar dan istilah matematika yang belum familiar,”tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan selama ujian berlangsung.
“Kalau tidak ada pendamping, cukup sulit karena soal harus dibacakan terlebih dahulu,”lanjutnya.
Sementara itu, peserta lain, Stefhanie Yemimma Aurellia, menyebut TKA sebagai pengalaman yang menegangkan namun memacu semangat belajar.
“Saya panik dan deg-degan, tapi sudah berusaha mempersiapkan diri sejak minggu lalu,”kata Stefhanie.
Pelaksanaan TKA pada pendidikan kesetaraan bertujuan memetakan capaian belajar peserta secara nasional. Hasilnya tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai bahan evaluasi kompetensi peserta didik, sementara kelulusan tetap ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Di Kota Bandung, terdapat lebih dari seratus PKBM yang tersebar di berbagai wilayah. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan penyesuaian bagi peserta berkebutuhan khusus, pelaksanaan TKA tetap berjalan dengan dukungan pemerintah melalui penyediaan pedoman, pelatihan, serta fasilitas pendukung.
Heri pun berharap ke depan pelaksanaan TKA semakin ramah bagi peserta berkebutuhan khusus.
“Semoga ke depan waktunya bisa lebih panjang, karena kami butuh waktu lebih untuk memahami soal, terutama yang berkaitan dengan angka dan gambar,”tutur Heri.
Editor: Redaktur TVRINews
