
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Dua inovasi digital unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menembus nominasi ajang penghargaan global World Summit on the Information Society Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union, badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Kedua inovasi tersebut adalah Super Aplikasi Rumah Pendidikan dan program Anugerah Bug Bounty. Masing-masing masuk dalam kategori C7 (e-Government) dan C5 (Building Confidence and Security in the Use of ICT). Saat ini, keduanya tengah bersaing untuk masuk lima besar proyek terbaik dunia (Champion Projects) dari total 20 nominasi di setiap kategori.
Ajang WSIS Prizes sendiri merupakan penghargaan tahunan yang digelar sejak 2012 untuk mengapresiasi berbagai inovasi digital yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di berbagai negara.
Keberhasilan ini menjadi bentuk pengakuan internasional atas upaya transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan visi Kemendikdasmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang RAMAH, yakni Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis, serta mendorong terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan melalui voting. Ia menekankan bahwa partisipasi publik sangat penting agar inovasi Indonesia dapat meraih hasil terbaik di tingkat global.
“Seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan kami ajak untuk berpartisipasi memberikan suara, sehingga inovasi Indonesia bisa semakin diakui di dunia internasional,”ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.
Program Anugerah Bug Bounty menjadi salah satu bentuk komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat ketahanan siber. Program ini melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga dosen dalam membangun ekosistem keamanan digital yang lebih kuat.
Sementara itu, Rumah Pendidikan hadir sebagai super aplikasi yang mengintegrasikan lebih dari 950 layanan pendidikan dalam satu platform. Aplikasi ini telah dimanfaatkan oleh puluhan juta pengguna di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memberikan dukungan melalui laman resmi voting yang telah disediakan. Pengguna cukup masuk atau membuat akun, kemudian memilih kategori C7 untuk memberikan suara pada Rumah Pendidikan, serta kategori C5 untuk Anugerah Bug Bounty.
Berdasarkan informasi resmi, periode pemungutan suara akan berlangsung hingga 3 Mei 2026 pukul 23.00 UTC+02.00 atau 4 Mei 2026 pukul 04.00 WIB. Setiap suara dari masyarakat diharapkan dapat membantu membawa inovasi Indonesia melangkah lebih jauh di kancah global.
Editor: Redaksi TVRINews
