
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan stok pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi aman.
Ia menegaskan pemerintah memantau secara ketat pasokan dan harga bahan pokok agar tetap stabil selama periode tersebut.
Menurutnya, rapat yang digelar bersama jajaran terkait bertujuan memastikan stok pangan tersedia, harga terjangkau, dan tidak terjadi lonjakan harga saat kebutuhan masyarakat meningkat.
“Saya diperintahkan untuk berkeliling memastikan pangan, MBG, koperasi desa, hingga pengolahan sampah berjalan baik. Sembako selama puasa dan Lebaran harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,” ujar Zulhas, Senin, 2 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyinggung soal beras khusus yang diimpor, termasuk beras premium asal Jepang. Ia menjelaskan bahwa jenis beras tersebut berbeda dengan beras konsumsi harian masyarakat Indonesia.
Di Jepang, kata dia, terdapat beras khusus yang digunakan untuk kebutuhan tertentu, seperti restoran Jepang atau konsumsi spesifik lainnya. Harga beras tersebut bisa mencapai lebih dari Rp100 ribu per kilogram sehingga tidak ditujukan untuk pasar umum.
“Beras itu memang khusus dan tidak bisa kita produksi sendiri. Harganya mahal, sekitar Rp100 ribu lebih per kilogram. Yang beli juga terbatas, biasanya restoran Jepang,” ucap Zulhas.
Ia menegaskan impor beras khusus tidak berkaitan dengan beras konsumsi utama masyarakat. Pemerintah tetap memprioritaskan produksi dan distribusi beras dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Menjelang Hari Raya Lebaran, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan. Pengawasan dilakukan mulai dari distribusi hingga ketersediaan stok di pasar.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok.
Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menjaga rantai pasok tetap lancar serta mencegah spekulasi harga di tingkat pasar.
Editor: Redaksi TVRINews
