
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan pemberdayaan desa menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) serta Village Economic Talk di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.
Muhaimin menjelaskan paradigma pemberdayaan menjadi pendekatan baru dalam strategi pembangunan nasional. Selama ini, program pengentasan kemiskinan dinilai masih berjalan parsial tanpa tata kelola menyeluruh sehingga target penurunan angka kemiskinan belum optimal.
Ia menyebut perubahan pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari tingkat desa dengan sistem tata kelola baru.
“Sehingga Pak Prabowo Subianto membuat set up baru, cara berpikir baru, strategi baru, pendekatan baru, dari bawah dengan tata kelola baru. Paradigma pemberdayaan inilah yang saya lihat,” ujar Muhaimin, Sabtu, 14 Februari 2026.
Muhaimin juga menyinggung optimisme Presiden terkait target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026. Menurutnya, keberanian menetapkan target tinggi harus diiringi penguatan fondasi ekonomi dari desa.
“Saya tidak usah cerita desa strategis, bagaimana pentingnya desa. Semua rezim, semua pemerintahan ngomongin desa karena enggak ada pilihan. Kalau mau maju Indonesia ya dari desa,” kata Muhaimin.
Lebih lanjut, Muhaimin menegaskan pembangunan desa tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan pelaku usaha desa.
Sejumlah langkah strategis yang didorong pemerintah meliputi penguatan inkubasi usaha desa, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses permodalan, pengembangan pasar melalui omni-channel, hingga ekspansi global produk desa.
Selain penguatan ekonomi desa, Muhaimin juga menyoroti pentingnya percepatan penguasaan teknologi untuk meningkatkan daya saing nasional.
“Karena kalau tidak belanja kita juga akan sangat ketinggalan. Di sisi yang lain sambil menunggu munculnya teknologi-teknologi tepat yang efektif dari dalam negeri. Terus terang dalam hal teknologi kita harus mengejar berbagai ketertinggalan,” ucap Muhaimin.
Muhaimin menegaskan komitmen Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk terus berkolaborasi dengan APUDSI dalam membangun desa yang maju dan sejahtera sebagai fondasi ekonomi nasional.
“Mari kita teruskan langkah-langkah strategis ini bagi terwujudnya desa yang maju, desa yang sejahtera, Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” tutur Muhaimin.
Editor: Redaktur TVRINews
