
Bendungan Jragung Siap Perkuat Irigasi dan Pertanian Modern di Jawa Tengah
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) genjot penyelesaian Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang dijadikan sebagai kunci modernisasi irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Hingga 10 Agustus 2025, progres konstruksi bendungan sudah mencapai 87,8 persen dan ditargetkan selesai pada September 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, Bendungan Jragung bukan sekadar infrastruktur irigasi biasa, melainkan “irigasi premium” yang memungkinkan petani menerapkan pola tanam tiga kali setahun.
“Dengan tersedianya air yang memadai dari bendungan ini, petani akan mendapat kesempatan meningkatkan hasil panen dan diversifikasi tanaman,” ujarnya.
Bendungan yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana ini memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik dan luas genangan 451 hektare. Air dari bendungan akan mengairi Daerah Irigasi Jragung seluas 4.528 hektare yang meliputi Kabupaten Demak dan Grobogan.
Selain itu, Bendungan Jragung berfungsi sebagai penyedia air baku dengan kapasitas 1.000 liter per detik untuk Kota Semarang, Grobogan, dan Demak. Infrastruktur ini juga dirancang untuk pengendalian banjir di area seluas 3.858 hektare.
Tidak hanya itu, bendungan ini membuka peluang untuk pengembangan energi terbarukan dengan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.
Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menyatakan bahwa kehadiran bendungan ini akan menjadi tulang punggung untuk mentransformasi pertanian di Jawa Tengah dengan pola tanam padi-padi-palawija yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Bendungan Jragung tidak hanya memperkuat ketahanan air, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian dan energi bersih di daerah ini,” tambahnya.
Editor: Redaktur TVRINews
