
BPKH Hadirkan Makanan Siap Saji Khas Indonesia di Tanah Suci
Penulis: Yosep Novriansyah
TVRINews, Makkah
Kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci kini semakin terjamin berkat kehadiran makanan siap saji bercita rasa khas Nusantara yang higienis dan bergizi. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited menyediakan solusi praktis ini untuk mendukung aktivitas ibadah selama di Arafah dan Mina.
Direktur BPKH Limited, Imam Nikmatullah, menjelaskan makanan tersebut diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi jamaah selama fase puncak haji. Proses pengolahannya menggunakan mesin retort bertekanan tinggi sehingga makanan tetap steril dan tahan hingga 18 bulan tanpa perlu lemari pendingin.
“Untuk nasi, cukup direndam air panas sekitar 5 sampai 10 menit agar lebih nikmat. Tapi lauknya sudah siap makan tanpa perlu pemanasan ulang,” ujar Imam dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 28 Mei 2025.
Sebanyak 1,2 juta porsi makanan dikirimkan kepada 203.320 jamaah Indonesia yang tersebar di lebih dari 200 hotel di wilayah Makkah. Setiap jamaah menerima satu paket berisi enam porsi lengkap, meliputi dua menu sarapan serta empat hidangan makan siang dan malam.
Baca Juga: BPBD Batanghari Gelar Simulasi Penanganan Karhutla
Distribusi makanan dilakukan pada tiga momentum penting:
7 Zulhijjah: Sarapan, makan siang, dan makan malam
8 Zulhijjah: Sarapan sebelum berangkat menuju Arafah
13 Zulhijjah: Makan siang dan malam setelah kepulangan dari Mina
“Kami ingin memastikan asupan makanan tidak hanya mencukupi dari sisi nutrisi, tetapi juga menghadirkan rasa khas Indonesia yang familiar bagi para jamaah,” jelas Imam.
Rangkaian produksi makanan ini melibatkan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi. Lauk diproses di Indonesia dan dikirim ke Tanah Suci, sementara nasi diproduksi di pabrik Manaf milik Syarikah Masyariq, Makkah. Semua bahan kemudian dikemas ulang sebelum didistribusikan ke hotel-hotel tempat jamaah menginap.
Pilihan menu antara lain rendang ayam dan sapi, opor ayam, nasi putih, serta nasi uduk yang dikurasi untuk memenuhi standar gizi dan selera Nusantara.
Imam juga mengimbau jamaah agar tidak menyimpan makanan yang sudah dibuka untuk konsumsi berikutnya.
“Semua kemasan dibuat untuk sekali makan. Demi keamanan, sebaiknya langsung dikonsumsi setelah dibuka,” tegasnya.
Dengan layanan makanan siap saji ini, jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa khawatir mengenai kecukupan konsumsi. Solusi praktis yang tetap membawa rasa rumah di tanah suci.
Editor: Redaktur TVRINews
