Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi nasional dalam menghadapi lonjakan trafik selama masa mudik Ramadan dan Idulfitri 2026.
Bersama para operator besarTelkomsel, Indosat, dan XL Axiata penguatan jaringan dilakukan terutama di titik-titik rawan kepadatan pemudik.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi, Ismail, menyampaikan bahwa potensi kenaikan trafik komunikasi pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami dari Kementerian Komdigi bersama para operator memiliki komitmen kuat untuk melayani masyarakat dengan baik pada masa mudik Lebaran 2026. Lonjakan trafik diprediksi meningkat, dan antisipasinya sudah kami siapkan secara matang,” ujar Ismail dalam acara pelaksanaan Apel Bersama Posko Pemantauan Kualitas Layanan Teekomunikasi dan Spektrum Frekuensi Radio Pada Periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, di Kantor Komdigi, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Ismail, operator seluler telah menyiapkan backup plan termasuk penambahan kapasitas jaringan di wilayah yang berpotensi terjadi penumpukan pemudik. Selain itu, Balai Monitoring Komdigi akan melakukan pengawasan ketat terhadap spektrum frekuensi untuk memastikan kelancaran layanan seluler, penerbangan, maritim, dan perangkat radio lainnya.
“Daerah yang rawan crowd area sudah kami petakan, dan penambahan kapasitas akan dilakukan. Monitoring spektrum juga berjalan untuk memastikan semua perangkat yang menggunakan frekuensi dapat beroperasi dengan baik,” tambahnya.
Untuk jaringan, Ismail menyebut bahwa cakupan 5G terus meluas dari bulan ke bulan, dan untuk masa Lebaran ini kapasitasnya diperkuat bersamaan dengan jaringan 4G yang tetap menjadi tulang punggung layanan.
“5G itu terus berkembang. Namun 4G tidak dimatikan tetap menjadi baseline. Kombinasi keduanya kami optimalkan, apalagi untuk mengantisipasi lonjakan trafik Lebaran,” jelasnya.
Terkait potensi cuaca ekstrem dan ancaman bencana pada masa mudik, Komdigi juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listrik tetap stabil, karena listrik merupakan faktor penentu utama keberlangsungan jaringan telekomunikasi.
“Kami tentu berdoa agar bencana tidak terjadi. Namun antisipasinya tetap kami siapkan. Bersama PLN, kami memastikan ada backup plan jika terjadi gangguan listrik,” ungkapnya.
Ismail juga menegaskan bahwa Public Early Warning System (PEWS) saat ini sudah berjalan melalui siaran TV digital dan akan diperluas ke perangkat seluler di tahun-tahun mendatang.
“Alert lewat TV digital sudah aktif. Ke depan kami usahakan muncul juga sebagai notifikasi di perangkat seluler. Saat ini bentuk SMS untuk peringatan dini sudah berjalan, dan akan ditingkatkan dengan alert khusus,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
