
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Memasuki awal periode mudik Lebaran 2026 yang bertepatan dengan dimulainya libur sekolah pada 16 Maret, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa daerah diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan secara umum kondisi atmosfer di Indonesia masih relatif kondusif. Meski demikian, potensi hujan yang disertai kilat atau petir serta angin kencang tetap berpeluang terjadi di beberapa wilayah.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan pada periode 14 hingga 17 Maret 2026 hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian wilayah Jawa bagian tengah dan timur.
“Pada periode tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera serta Jawa bagian tengah dan timur,” ujar Andri dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.
Sementara itu, pada periode 18 hingga 20 Maret 2026, peluang hujan juga diprakirakan terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk Sulawesi Selatan dan Papua.
Menurut Andri, kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Selain itu, dinamika atmosfer juga diperkuat oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang terpantau aktif di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13 hingga 20 Maret 2026.
“Faktor lain yang turut mendukung pertumbuhan awan hujan adalah kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil,” jelasnya.
BMKG juga mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan hujan jenis Cumulonimbus (CB) di beberapa jalur penerbangan, terutama di wilayah Laut Maluku dan bagian utara Papua. Peluang terbentuknya awan tersebut diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan.
Selain itu, BMKG memperkirakan potensi gelombang laut setinggi lebih dari 2,5 meter di wilayah Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi laut.
“Masyarakat pesisir di sejumlah wilayah juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” kata Andri.
Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan cuaca selama periode mudik.
Ia meminta masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dari sumber resmi agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi terkini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca darat, laut, maupun udara melalui kanal resmi BMKG agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujar Faisal.
Editor: Redaksi TVRINews
