
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan keynote speech di WEF Davos, Swiss (Foto: Komdigi)
Penulis: Fityan
TVRINews, Davos, Swiss
Menteri Komidigi tekankan peran DEFA dan QRIS dalam memperkuat daya saing kawasan di forum WEF Davos.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komidigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyatuan ekosistem digital merupakan fondasi utama bagi ASEAN untuk memenangkan persaingan di kancah global.
Langkah strategis ini menjadi kunci untuk memastikan kawasan Asia Tenggara tetap kompetitif dan mandiri secara ekonomi.
Dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, Meutya memaparkan bahwa Indonesia tengah memacu percepatan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, aman, serta berkelanjutan di seluruh negara anggota.
"ASEAN memiliki DEFA yang menjadi sinyal kuat bahwa kawasan ini berkomitmen membangun integrasi digital secara mandiri, bukan sekadar menjadi pengikut dalam arus global," ujar Meutya saat berbicara dalam sesi WEF Fireside Keynote: New Pathways ASEAN Growth & Productivity, dikutip Kamis 22 Januari 2026.
Transformasi Lewat Sistem Pembayaran Lintas Batas
Salah satu pilar utama yang disoroti adalah keberhasilan implementasi sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS.
Saat ini, layanan tersebut telah menghubungkan Indonesia dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Menurut Meutya, konektivitas ini secara langsung telah meruntuhkan hambatan transaksi ekonomi, menekan biaya operasional, dan membuka pintu pasar regional bagi pelaku usaha.
Ia meyakini bahwa digitalisasi yang terukur akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas di kawasan.
"Hal ini mampu mengurangi hambatan, menekan biaya, serta memperluas akses ke pasar regional. Secara lebih luas, digitalisasi juga mendorong peningkatan produktivitas," tambahnya dalam forum tersebut.
Menuju Kedaulatan Digital Kawasan
Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa ASEAN saat ini berada pada titik krusial untuk beralih dari integrasi yang bersifat parsial menuju ekosistem yang utuh dan interoperable.
Melalui DEFA, standar regulasi akan diselaraskan untuk mengurangi fragmentasi pasar yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku bisnis digital.
Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra di ASEAN maupun mitra global guna memastikan transisi ini berjalan inklusif dan aman bagi semua pihak.
"Kami percaya ASEAN mampu bersaing secara global dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh negara anggota," pungkas Meutya, menutup pernyataannya dengan optimisme terhadap masa depan kedaulatan digital Asia Tenggara.
Editor: Redaksi TVRINews
