Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Aceh Tamiang
Aceh Tamiang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Setelah lebih dari sebulan dilanda lumpuhnya aktivitas warga, geliat ekonomi perlahan kembali terlihat, terutama dari sektor perdagangan makanan.
Sejumlah pedagang di Aceh Tamiang kembali menjajakan dagangannya meski dalam kondisi yang masih serba terbatas. Bahan baku yang sulit didapat, peralatan dapur seadanya, hingga porsi makanan yang tidak seperti biasanya menjadi realita yang dihadapi para penjual.
Kondisi tersebut terekam dalam sejumlah unggahan akun Instagram @tamiangfoods, yang mengulas berbagai makanan pascabanjir di wilayah itu. Mulai dari Bakso Wong Solo di Tanah Terban, tahu isi goreng di Paya Bedi, mie Aceh dan kwetiau di Kuala Simpang, hingga nasi Padang yang kembali dicari warga.
"Ini pertama kali aku beli nasi Padang pasca banjir. Bukan soal enak atau tidak, tapi ini tentang hidup yang mulai jalan lagi," tulis akun tersebut, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Unggahan itu juga menggambarkan kerinduan warga terhadap hal-hal sederhana yang sempat hilang akibat bencana, termasuk menikmati makanan favorit. Meski rasa dan porsi belum seperti sebelum banjir, warga tetap datang dan mendukung pedagang lokal agar bisa bangkit bersama.
Baca Juga: PLN Pulihkan Listrik 34 Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana di Aceh
Selain aktivitas jual beli, semangat gotong royong warga Aceh Tamiang juga terlihat di posko-posko mandiri. Di sana, warga dan relawan mengelola bahan makanan secara bersama-sama, memasak, dan mendistribusikan makanan untuk para pengungsi.
"Di tengah kondisi sulit, relawan masih sempat memasak untuk warga. Rasanya enak, tapi yang paling terasa adalah ketulusan dan kelelahan yang mereka lewati," tulis akun tersebut dalam salah satu ulasannya.
Sejak akhir Desember 2025, sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Sabtu Tualang Cut, Pasar Sungai Liput, dan Pasar Kuala Simpang mulai kembali ramai. Warga berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti sayur dan buah, bahkan toko emas pun kembali dipadati pembeli.
Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah prioritas pemulihan pascabencana di Sumatra. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai dampak bencana di daerah ini tergolong paling parah dibandingkan wilayah terdampak lainnya.
Meski pemulihan belum sepenuhnya selesai, kebangkitan aktivitas ekonomi warga Aceh Tamiang menjadi tanda harapan bahwa kehidupan perlahan kembali bergerak menuju normal.
Editor: Redaktur TVRINews
