
dok. Kemenhaj
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Banten
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melakukan konsolidasi penyelenggaraan haji dan umrah di Embarkasi Banten sekaligus menyiapkan Asrama Haji Banten sebagai proyek percontohan (pilot project) layanan umrah berbasis One Stop Services. Skema ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pelayanan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi jemaah.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji di daerah, termasuk rencana simulasi pelayanan ibadah umrah yang terintegrasi di Asrama Haji Banten.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa konsep One Stop Services akan mengintegrasikan seluruh tahapan layanan, mulai dari manasik, proses imigrasi, maskapai, hingga CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) yang dilakukan langsung di asrama sebelum keberangkatan.
“Kami ingin menghadirkan layanan yang sederhana, terintegrasi, dan memberi kepastian bagi jemaah. Seluruh proses bisa dilakukan dari asrama. Ini merupakan opsi pelayanan, bukan kewajiban,”ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Seiring dengan revisi regulasi yang membuka peluang umrah mandiri serta kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberikan akses lebih luas, pemerintah tetap menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada jemaah.
“Meski ada opsi umrah mandiri, negara tetap hadir untuk memastikan perlindungan jemaah serta menjaga tata kelola penyelenggaraan yang tertib dan akuntabel,” tegasnya.
Kementerian juga mendorong peningkatan kualitas layanan maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, agar semakin kompetitif dan mampu memberikan harga yang lebih terjangkau bagi jemaah.
“Kami berharap maskapai nasional semakin profesional dan menawarkan harga yang bersaing sehingga pelayanan kepada jemaah semakin optimal,” tambah Dahnil.
Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, Kementerian Haji dan Umrah akan membentuk tim task force khusus yang bertugas mengawal pelaksanaan program ini. Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk penguatan sektor UMKM di kawasan asrama.
Kegiatan konsolidasi ini turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Jenderal Imigrasi, Direktur Niaga dan Korporasi Garuda Indonesia, pejabat Eselon I dan II Kementerian Haji dan Umrah, Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Banten, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Banten, serta perwakilan PPIU Banten.
Melalui inovasi ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap layanan umrah Indonesia semakin profesional, terintegrasi, dan mampu memberikan manfaat luas bagi jemaah maupun masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
