
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (ke 4 dari kiri) pada saat dilantik Presiden Ri Prabowo Subianto Senin 27 April 2026 (Foto: Youtube Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Kembali ke lingkar kekuasaan, mantan Pangdam Jaya ini siap kawal agenda strategis Prabowo-Gibran.
Mantan KSAD Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurachman Resmi Memimpin Kantor Staf Presiden di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 27 April 2026.
Penunjukan ini menandai kembalinya sosok mantan pimpinan militer tersebut ke jantung birokrasi strategis pemerintahan.
Pelantikan tersebut dikukuhkan melalui Keputusan Presiden yang dibacakan sesaat sebelum prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Di hadapan Presiden, Dudung mengucapkan janji setianya terhadap konstitusi dan komitmennya untuk menjalankan tugas negara dengan integritas tertinggi.

(Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bersama Media usai pelantian (Foto: Youtube Setpres))
"Bahwa saya untuk diangkat menjadi Kepala Kantor Staf Presiden akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan sumpah jabatan yang diikuti secara khidmat oleh Dudung.
Dari Loper Koran hingga Kursi Strategis
Penunjukan Dudung sebagai Kepala KSP menambah panjang daftar pencapaian karier pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 ini.
Di balik seragam militernya, ia memiliki latar belakang kehidupan yang bersahaja. Setelah kepergian sang ayah, Dudung remaja sempat membantu ekonomi keluarga dengan menjadi pengantar surat kabar dan menjajakan kue klepon sebelum akhirnya menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 1988.
Sebelum memasuki lingkaran dalam kabinet, Dudung telah menduduki berbagai posisi krusial di militer Indonesia, antara lain:
• Pangdam Jaya (2020): Menangani stabilitas keamanan di Ibu Kota.
• Pangkostrad (2021): Memimpin komando cadangan strategis.
• Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2021): Puncak karier militer sebagai KSAD ke-33.
Penguatan Komposisi Pemerintahan.
Transisi Dudung dari dunia militer ke pemerintahan sipil telah dimulai sejak tahun 2024, saat ia dipercaya sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional.
Kini, sebagai Kepala KSP, ia diharapkan mampu memberikan dukungan teknis dan komunikasi politik yang kuat bagi agenda-agenda prioritas Presiden Prabowo.
Acara yang berlangsung dengan protokol kenegaraan ketat ini ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi negara lainnya yang hadir di Istana.
Dengan posisi barunya ini, Dudung memiliki mandat untuk memastikan program-program strategis nasional berjalan sesuai jalur, sekaligus menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan dinamika masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
