
Foto: dok. Kemensos
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai langkah transformasi budaya kerja baru melalui rangkaian kegiatan doa bersama dan sosialisasi yang dibalut dengan agenda team building. Upaya itu dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan upaya membuka sisi humanis dan mempererat solidaritas antar-pegawai di seluruh tingkatan.
“Dengan acara ini kita melihat hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita temukan di ruangan kantor. Para direktur terlihat apa adanya. Semua bisa lepas dan ini baik untuk kita semua,” ujar Gus Ipul, dikutip Selasa, 7 April 2026.
Gus Ipul menekankan, semangat saling mendukung dan gotong royong adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan organisasi ke depan. Menurutnya, suasana cair yang dibangun dalam kegiatan ini dapat mengikis sekat-sekat formalitas yang menghambat koordinasi.
“Bahwa banyak ketidaksempurnaan di tengah-tengah kita, tapi kita bisa saling menguatkan. Itulah kekuatan kita. Jika kita punya rasa kebersamaan, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita atasi bersama,” tegas Mensos.
Definisi Baru Budaya ‘Hemat’
Dalam kesempatan tersebut, Kemensos juga memperkenalkan konsep baru mengenai gerakan hemat. Gus Ipul menjelaskan bahwa hemat tidak lagi dimaknai sebagai pembatasan aktivitas, melainkan bekerja secara tepat, efisien, dan memiliki dampak yang lebih besar.
Langkah konkret dari gerakan "Kemensos Hemat, Layanan Hebat" ini mencakup:
- Penerapan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home) setiap hari Jumat.
- Penggunaan kendaraan dinas secara kolektif dan pengutamaan transportasi publik.
- Bijak dalam penggunaan energi (air dan listrik) serta pengurangan pemakaian kertas.
- Penguatan teknologi digital untuk memangkas proses birokrasi yang tidak perlu.
“Hemat bukan berarti mengurangi kerja, tetapi menghilangkan hal-hal yang tidak perlu agar pelayanan kepada masyarakat lebih fokus dan optimal,” tambahnya.
Semarak Kreativitas Unit Kerja
Kegiatan sosialisasi ini juga diwarnai dengan unjuk kreativitas dari berbagai unit kerja eselon I. Mulai dari penampilan baris-berbaris siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi dan 10 Jakarta, hingga lomba kostum bertema unik seperti nuansa Mesir klasik dan batik ciprat.
Suasana semakin meriah dengan penampilan paduan suara Kemensos “Suarasa” yang mengajak seluruh pejabat dan pegawai bernyanyi bersama.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, serta jajaran Direktur Jenderal dan pejabat tinggi madya lainnya.
Melalui komitmen ini, Kemensos optimis dapat membangun budaya kerja yang lebih responsif dan produktif dalam melayani kebutuhan sosial masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
