
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: dok. Kemensos
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa momentum pasca-Lebaran 2026 harus menjadi titik awal bagi seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meningkatkan ritme kerja.
Ia meminta jajarannya mengedepankan disiplin baru dan orientasi yang lebih kuat pada pelayanan publik.
"Pasca-Lebaran ini harus menjadi awal percepatan kerja yang lebih disiplin, lebih bersih, dan lebih berdampak. Semua program, data, pengawasan, dan layanan harus bermuara pada satu tujuan, yakni melindungi, menguatkan, dan memuliakan masyarakat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.
Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antarunit kerja. Ia melarang adanya "ego sektoral" yang dapat menghambat efektivitas program. Menurutnya, seluruh direktorat harus bergerak dalam satu irama untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Satu orkestrasi yang terhubung satu dengan yang lain. Saya minta para direktur benar-benar duduk bersama, cari solusi, dan integrasikan program. Tolong konkretkan kebijakan yang memberikan dampak nyata di tengah masyarakat," tegasnya.
Percepatan Sekolah Rakyat dan Evaluasi SDM
Selain konsolidasi internal, Gus Ipul menyoroti proyek strategis pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target.
Selama masa pembangunan, Mensos mendorong penyiapan solusi transisi yang layak bagi daerah yang belum memiliki gedung permanen dengan memanfaatkan aset atau fasilitas yang tersedia.
Tak hanya fisik bangunan, Gus Ipul juga memerintahkan percepatan evaluasi pemerataan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sekolah Rakyat secara transparan.
"Kemudian, perlu percepatan evaluasi pemerataan SDM Sekolah Rakyat secara jujur, mana yang sudah cukup, mana yang masih kurang guru, mana yang kurang wali asuh, wali asrama, tenaga administrasi dan tenaga pendukung lainnya," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
