
Foto: Kemensos
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak.
Kemensos bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan tambahan bagi korban banjir. Bantuan tersebut meliputi bantuan isian hunian, Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), serta jaminan hidup (jadup).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan saat ini proses penyaluran bantuan isian hunian dan BSSE sedang berlangsung.
“Untuk bantuan isian hunian diberikan sebesar Rp3 juta per keluarga, sedangkan bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangannya di jakarta, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Puluhan Ribu Keluarga Terverifikasi sebagai Penerima
Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah diverifikasi dan ditetapkan sebagai penerima bantuan isian hunian serta BSSE. Total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai lebih dari Rp543 miliar.
Saifullah menjelaskan bahwa data penerima bantuan diperoleh melalui proses verifikasi berjenjang. Awalnya, data disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kemudian ditetapkan oleh kepala daerah dan diverifikasi oleh Kemendagri sebelum menjadi dasar penyaluran bantuan.
“Data tersebut diproses dari tingkat bawah, kemudian diverifikasi hingga menjadi data final yang menjadi pedoman penyaluran bantuan,” jelasnya.
Bantuan Jaminan Hidup bagi Ratusan Ribu Warga
Selain bantuan isian hunian dan BSSE, Kemensos juga menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi masyarakat terdampak banjir.
Bantuan ini diberikan sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan. Sebanyak 248.588 penerima manfaat telah terverifikasi sebagai penerima jadup dengan total anggaran lebih dari Rp335 miliar.
Pada tahap awal, PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan isian hunian dan BSSE kepada 38.070 KPM serta bantuan jadup kepada 143.496 penerima manfaat di tiga provinsi terdampak.
Target Penyaluran Selesai Sebelum Lebaran
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, mengatakan hingga 5 Maret 2026 pihaknya telah menyalurkan bantuan isian hunian dan BSSE kepada sekitar 17 ribu keluarga atau lebih dari 26 persen dari total penerima.
Ia menargetkan seluruh bantuan kepada 67 ribu lebih keluarga penerima manfaat dapat disalurkan paling lambat pada 15 Maret 2026.
“Kami berharap sebelum Lebaran seluruh penerima manfaat sudah menerima bantuan mereka, baik bantuan isian hunian maupun bantuan stimulan sosial ekonomi,” kata Haris.
Tiga Metode Penyaluran Bantuan
Dalam proses distribusi, PT Pos Indonesia melibatkan sekitar 454 kantor pos yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui tiga metode, yaitu melalui kantor pos, penyaluran di komunitas seperti kantor desa atau kelurahan, serta pengantaran langsung bagi penerima lanjut usia atau yang sedang sakit.
Haris menambahkan, apabila penerima tidak berada di rumah karena sedang melakukan perjalanan atau mudik, mereka tetap dapat mengambil bantuan di kantor pos terdekat.
“Kami siap membantu agar penerima tetap bisa mendapatkan haknya, bahkan jika mereka sedang berada di tempat lain saat masa Lebaran,” ujarnya.
Turut hadir pada pertemuan ini, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, EVP Government and Corporate Business PT POS Indonesia Hendra Sari, VP Penyaluran Dana PT POS Indonesia Andi Rosa, serta stakeholder lainnya.
Editor: Redaksi TVRINews
