
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Cilacap, Jawa Tengah
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 13 proyek strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan memutus ketergantungan pada produk impor.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan 13 proyek hilirisasi industri fase kedua dalam sebuah seremoni di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29 April 2026.
Langkah strategis dengan estimasi investasi mencapai Rp116 triliun ini menjadi tonggak baru dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri maju.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan nasional.
Beliau menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi mengalir ke luar negeri dalam bentuk bahan mentah.
"Hari ini kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius mengelola kekayaannya sendiri. Kita tidak mau lagi hanya menjadi penonton atau hanya menjual tanah dan air dalam bentuk mentah. Hilirisasi adalah kunci kemakmuran rakyat," ujar Presiden Prabowo di lokasi proyek.
Menuju Kemandirian Energi dan Pangan
Salah satu sorotan utama dalam fase ini adalah penguatan sektor energi domestik. Pembangunan fasilitas kilang bensin (gasoline) di Dumai dan Cilacap milik PT Pertamina (Persero) ditargetkan mampu memproduksi 62.000 barel per hari. Langkah ini diperkirakan akan mensubstitusi impor bensin hingga 2 juta kiloliter per tahun.
Presiden menjelaskan bahwa ketergantungan pada impor energi seringkali membuat ekonomi nasional rentan terhadap gejolak global.
"Dengan kilang-kilang baru ini, kita menghemat devisa dalam jumlah besar. Uang rakyat yang tadinya dikirim ke luar negeri untuk membeli bensin, kini berputar di dalam negeri untuk membangun infrastruktur kita sendiri," tambahnya.
Selain energi fosil, transisi menuju energi alternatif juga diperkuat melalui proyek pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, dengan kapasitas 1,4 juta ton per tahun.
Diversifikasi Industri Nasional
Proyek yang dikelola di bawah naungan Danantara dan berbagai BUMN ini mencakup sektor-sektor yang sangat luas:
1. Sektor Mineral dan Logam: Pembangunan fasilitas produksi Stainless Steel di Morowali serta hilirisasi tembaga dan emas di Gresik yang mencakup manufaktur logam mulia.
2. Sektor Perkebunan: Pengolahan minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di KEK Sei Mangkei, serta integrasi industri kelapa dan pala di Maluku Tengah guna meningkatkan taraf hidup petani di wilayah Timur.
3. Infrastruktur Pendukung: Penambahan kapasitas tangki penyimpanan BBM di Palaran, Biak, dan Maumere sebanyak 153.000 kiloliter.
Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kementerian dan direksi BUMN untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan birokrasi.
Beliau menekankan bahwa periode 2026-2029 merupakan masa krusial bagi pondasi industrialisasi Indonesia.
"Ini adalah perjuangan untuk martabat bangsa. Kita ingin anak-anak kita bekerja di pabrik-pabrik maju di tanah airnya sendiri, bukan hanya menjadi pasar bagi barang-barang buatan luar negeri," tegasnya menutup pidato tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
