
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Penulis: Fityan
TVRINews-Washington DC
Kesepakatan baru mencakup perpanjangan operasional pasca-2041 dan pengalihan saham tambahan kepada pemerintah._
Pemerintah Indonesia dan raksasa pertambangan asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX), resmi memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait perluasan investasi jangka panjang.
Kesepakatan ini memproyeksikan aliran modal sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 312 triliun untuk dua dekade mendatang.
Langkah ini merupakan bagian dari dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, yang mempertegas penguatan kerja sama ekonomi antara Jakarta dan Washington.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa komitmen ini akan memberikan kepastian hukum bagi operasional tambang Grasberg di Papua Tengah sekaligus memperkuat struktur fiskal nasional.
"Pihak Freeport akan meningkatkan investasinya dalam kurun waktu sekitar 20 tahun ke depan dengan nilai mencapai US$ 20 miliar," ujar Rosan dalam konferensi pers daring pada Jumat 20 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini akan segera ditindaklanjuti menjadi perjanjian definitif yang diprediksi membawa dampak signifikan pada penerimaan pajak negara.
Kepastian Operasional dan Hilirisasi
Berdasarkan keterangan resmi Freeport-McMoRan, MoU ini menjadi landasan bagi amandemen Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI).
Amandemen tersebut krusial guna memberikan jaminan operasional bagi perusahaan setelah masa kontrak saat ini berakhir pada tahun 2041.
Dalam skema baru ini, terdapat beberapa poin fundamental yang disepakati, di antaranya:
• Divestasi Saham : Pada tahun 2041, FCX akan mengalihkan 12% saham tambahan kepada Pemerintah Indonesia tanpa biaya. Namun, pihak Indonesia akan mengganti biaya investasi pro-rata menggunakan nilai buku untuk pengembangan periode pasca-2041. Dengan ini, kepemilikan FCX akan menyesuaikan menjadi sekitar 37% mulai tahun 2042.
• Prioritas Hilirisasi : PTFI berkomitmen memperkuat ekosistem hilirisasi domestik melalui penjualan produk olahan tembaga dan logam mulia di pasar lokal, sekaligus membuka peluang ekspor ke Amerika Serikat.
• Pengembangan Sosial : Peningkatan dukungan finansial untuk infrastruktur kesehatan dan pendidikan medis di tanah Papua.
Visi Jangka Panjang
Chairman Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson, bersama CEO Kathleen Quirk, menyambut positif kelanjutan kemitraan yang telah berjalan selama enam dekade tersebut.
Menurut mereka, deposit tembaga dan emas di Grasberg tetap menjadi salah satu aset paling signifikan di dunia.
"Perpanjangan ini memberikan peluang untuk terus menciptakan nilai substansial bagi seluruh pemangku kepentingan," ungkap pimpinan puncak FCX dalam pernyataan resminya.
Editor: Redaktur TVRINews
